arjamudhine











{Februari 6, 2012}   hakikat tasawuf irfani

 

MAKALAH

HAKIKAT TASAWUF IRFANI

BESERTA TOKOH-TOKOHNYA

 

DOSEN PEMBIMBING :

 

 

 

 

Disusun oleh  kelompok :II

 ARJAMUDIN

EKO MARTIN

MULYANA

 

 

 

 

JURUSAN PUBLIC RELATION FAKULTAS USHULUDDIN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

 SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI

TAHUN AKADEMIK

2011/2012

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

Assalamualikum wr.wb

Pertama-tama, kami mengajak semua untuk senantiasa memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah begitu banyak melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kita semua, sehingga sampai saat ini kita masih dalam perlindungan-Nya.

Pada kesempatan ini kami  mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ahmad Solihin, S.Ud selaku dosen mata kuliah Tasawuf yang memberikan pelajaran serta bimbingan yang tidak pernah putus kepada kita semua, sehingga kami  dapat menyelesaikan makalah ini.

Kami menyadari makalah ini jauh dari sempurna dan tentu masih banyak kesalahan, kejanggalan dan kehilafan serta kekurangan disana sini. Tapi ini bukan lah halangan untuk memahami tasawuf irfani dan tokoh-tokohnya justru ini akan menjadi pendorong semangat dalam mengejar pengetahuan di maksud untuk di mengerti dan di pahami secara utuh.

Akhirnya kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini kami  harapkan. Untuk menjadi bahan acuan dalam pembuatan makalah selanjutnya.

 

Wassalamu’alaikum Wr.Wb   

                                       Jambi, 21 November 2011

                                                                                                       Penulis

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

 

Kata Pengantar …………………………………………………………..    i

Daftar Isi …………………………………………………………………     ii

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang …………………………………………………       1
  2. Tujuan ………………………………………………………….       1

 

BAB II PEMBAHASAN

  1. Hakikat Irfani …………………………………………………..      2
  2. Tokoh-Tokoh Tasawuf Irfani ………………………………….        3
    1. Rabi’ah Al-Adawiyah ……………………………………..        3
    2. Dzu Al-Nun Al-Misri ………………………………………        5
    3. Abu Yazid Al- Bustami …………………………………….      7
    4. Abu Mansur Al-Hallaj ……………………………………..       7

BAB III PENUTU P

  1. Kesimpulan …………………………………………………….       11
  2. Saran ……………………………………………………………      11

Daftar Pustaka ………………………………………………………….      12

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

  1. A.      Pengertian Dan Asal – Usul Tasawuf

 

Menurut bahasa, istilah tasawuf berasal dari kata shaf, shuf, dan shuffah. Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan – Nya dalam barisan ( shaffan ) yang teratur seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh.”

 

Jika dilihat dari asal kata shaf, maka tasawuf berarti menyusun barisan di jalan Allah. Shuf adalah bulu domba yang sering digunakan oleh pemimpin Yahudi dan Kristen sebagai simbol kesederhanaan. Jika ditinjau dari asal kata shuf, maka tasawuf berarti hal yang identik dengan kesederhanaan.

  1. B.       SEJARAH PERKEMBANGAN TASAWUF

Tasawuf yang sering kita temui dalam khazanah dunia Islam, dari segi sumber perkembangannya, ternyata memunculkan pro dan kontra, baik dikalangan musli maupun nonmuslim. Mereka yang kontra menganggap bahwa tasawuf Islam merupakan sebuah paham yang bersumber dari agama-agama lain.[1]

     Mereka mengatakan bahwa tasawuf dalam Islam (misticisme, sifisme) tumbuh karena terpengaruh oleh ajaran luar Islam, antara lain ajaran agama Hindu, agama Persia, ajaran agama Masehi, pemikiran filsafat Yunani, dan ajaran Neo Platonisme.

Sebagian beranggapan bahwa tasawuf berasal dari Masehi (Kriten), sebagian lagi mengatakan dari unsur Hindu-Budha, Persia, Yunani, Arab, dan sebagainya.

 

  1. C.      UNSUR NASRANI (KRISTEN)

Pertama, adanya interaksi antara orang Arab dan kaum Nasrani pada masa Jahiliah maupun zaman Islam. Kedua, adanya segi-segi kesamaan antara kehidupan para asketis atau sufi dalam hal ajaran cara mereka melatih jiwa (riyadhah) dan mengasingkan diri (khalwat) dengan kehidupan Al-Masih dan ajaran-ajarannya, serta dengan para rahib ketika sembahyang dan berpakaian.
           Von Kromyer berpendapat bahwa tasawuf merupakan buah kenasranian pada zaman jahiliah. Sementara itu, Goldziher berpendapat bahwa sikap fakir dalam Islam merupakan pengaruh dari agama Nasrani. Goldziher membagi tasawuf menjadi dua: Pertama, asketisme. Menurutnya, sekalipun telah terpengaruh oleh kependetaan Kristen, aliran ini, lebih mengakar pada semangat Islam dan para Ahli Sunnah. Kedua, tasawuf dalam arti lebih jauh lagi, seperti pengenalan kepada Tuhan (Ma’rifat), pendakian batin (hal), intuisi (wijdah), dan rasa (dzauq), yang terpengaruh oleh agama Hindu disamping Neo-Platonisme.

Abu Bakar Aceh, sebagaimana dikutip Abdul Qadir Zaelani, pernah menulis bahwa agama Yahudi dan agama Kristen mempengaruhi pula cara berfikir dalam Islam.[2]

           Pokok-pokok ajaran tasawuf yang diklaim berasal dari agama Nasrani antara lain adalah:

1. Sikap fakir. Al-Masih adalah fakir. Injil disampaikan kepada orang fakir      sebagaimana kata Isa dalam Injil Matius, “Berntunglah kamu orang-orang             miskin karena bagi kamulah kerajaan Allah… Beruntunglah kamu orang          yang lapar karena kamu akan kenyang.”

2. Tawakal kepada Allah dalam soal penghidupan. Para pendeta telah              mengamalkan dalam sejarah hidupnya, sebagaimana dikatan dalam Injil,        “Perhatikan burung-burung dilangit, dia tidak menanam, dia tidak         mengetam        dan tidak duka cita pada waktu susah. Bapak kamu dari      langit memberi      kekutan kepadanya. Bukankah kamu lebih mulia       daripada burung?”

3. Peranan Syeikh yang menyerupai pendeta. Perbedaanya pendeta dapat        menghapuskan dosa.

4. Selibasi, yaitu menahan diri tidak menikah karena menikah dianggap dapat mengalihkan diri dari Tuhan.

5. Penyaksian, bahwa syufi menyaksikan hakikat Allah dan mengadakan         hubungan dengan Allah. Injil pun telah menerangkan terjadinya hubungan             langsung dengan Tuhan.

 

  1. D.      UNSUR HINDU BUDHA

Tasawuf dan Kristen kepercayaan agama Hindu memiliki persamaan, seperti sikap fakir. Pada paham reinkarnasi (perpindahan roh dari satu badan kebadan lain), cara pelepasan dari dunia versi Hindu-Budha dengan persatuan diri dengan jalan mengingat Allah.

Salah satu maqamat syufiyah, yaitu al-Fana memiliki persamaan dengan ajaran tentang nirwana dalam agama Hindu. Menurut Harun Nasution, ajaran nirwana agama Budha mengajarkan umatnya untuk meninggalkan dunia dan memasuki hidup kontemplatif.
Goldziher mengatakan bahwa ada hubungan persamaan antara tokoh Budha Sidharta Gautama dengan Ibrahim bin Adham, tokoh syufi yang muncul dalam sejarah umat Islam sebagai seorang putra mahkota dari Balkh yang kemudian mencampakkan mahkotanya dan hidup sebagai darwish.
Qamar Kailani dalam ulasannya tentang asal-usul tasawuf menolak pendapat mereka yang mengatakan tasawuf berasal dari agama Hindu-Budha. Menurutnya, pendapat ini terlalu ekstrim. Kalau diterima bahwa ajaran tasawuf itu berasal dari Hindu-Budha, berarti pada zaman Nabi Muhammad telah berkembang ajaran Hindu-Budha ke Mekkah. Padahal, sepanjang sejarah belum ada kesimpulan seperti itu.

 

  1. E.       UNSUR YUNANI

Kebudayaan Yunani, seperti filsafat, telah masuk kedunia Islam pada akhir Daulah Amawiyah dan puncaknya pada masa Daulah Abasyiah ketika berlangsung zaman penerjemahan filsafat Yunani.

Metode-metode berfikir filsafat ini juga turut mempengaruhi pola piker sebaian orang Islam yang ingin berhubungan dengan Tuhan. Pada persoalan ini, boleh jadi tasawuf yang terkena pengaruh Yunani adalah tasawuf yang kemudian diklasifikasikan sebagai tasawuf yang bercorak filsafat.[3]

Mungkin saja ajaran tasawuf itu dimasuki oleh paham pemikiran Yunani. Misalnya, perkataan, “Apabila sudah baik, seseorang hanya memerlukan sedikit makan. Dan apabila sudah baik, hati manusia hanya memerlukan sedikit hikmat.” Ahli-ahli sejarah, seperti Syaufan menerangkan bahwa banyak bagian dari cerita “Seribu Satu Malam” berasal dari Yahudi.
Selain itu, ada yang mengatakan bahwa masuknya filsafat kedunia Islam melalui mazhab peripatetic dan Neo-Platonisme. Mazhab yang pertama (peripatetic) kelihatannya lebih banyak masuk kedalam bentuk skolastisisme ortodoks (kalam), sedangkan untuk Neo-Platonisme lebih masuk kepada dunia tasawuf.

Filsafat emanasinya plotinus yang mengatakan bahwa wujud ini memancarkan dari Dzat Tuhan Yang Maha Esa menjadi salah satu dasar argumentasi para orientalis dalam menyikapi asal-mula tasawuf di dunia Islam.

Ketika ajaran Neo-Platonisme ini berhasil menyusup kedalam tasawuf, hal yang pertama terjadi adalah penolakan terhadap “keberbedaan” benda-benda (ghairiyat) dari Allah.

Al-Ghazali menegaskan bahwa cahaya kenabian mustahil di dapat oleh sufi yang terkenal dengan keganjilan atau keekstriman konsep-konsepnya. Ia mengambil contoh ungkapan keganjilan yang dibawakan oleh Al-Hallaj, “Aku Yang Maha besar”, atau ungkapan Abu Yazid Al-Busthami, “Maha Suci Aku.” Karena mengaku “Mahasuci”, mereka merasa tidak perlu lagi syari’at Isalam. Ini pulalah yang dikatakan “nihilisme syari’at.”
Neo-Platonisme, menurut mir Valiudin, adalah benda yang bukan merupakan satu-satunya objek mulai di anggap sebagai satu-satunya objek yang sebenarnya justru diabaikan.

Ungkapan Neo-Platonisme, “Kenalilah dirimu dengan dirimu”, diambil oleh para sufi menjadi ungkapan, “siapa yang mengenal dirinya maka ia akan mengenal Tuhannya.” Hal ini bias jadi mengerah munculnya teori Hulul, Wahdat Asy-Syuhud, dan Wahdat Al-Wujud. Tidak dapat disangsikan lagi bahwa cara berfikir kelompok Neo-Shopi (Sufi berketuhanan dan filosof), seperti Al-Farabi, Ibnu Arabi, dan Al-Hallaj, banyak dipengaruhi oleh filsafat.

 

  1. F.       UNSUR PERSIA

Sebenarnya Arab dan Persia memiliki hubungan sejak lama, yaitu pada bidang politik, pemikiran, kemasyarakatan dan sastra. Namun, belum ditemukan argumentasi kuat yang menyatakan bahwa kehidupan rohani Persia telah masuk ke tanah Arab.

Sejak zaman klasik, bahkan hingga saat ini, terkenal sebagai wilayah yang melahirkan sufi-sufi ternama. Dalam konsep ke-fana-an diri dalam universalitas, misalnya, salah seorang penganjurnyaadalah seorang ahli mistik dari Persia, yakni Bayazid dari Bistam, yang telah menerima dari gurunya, Abu Ali (dari Sind).

Kebanyakan ahli tasawuf muslim yang berpikiran moderat mengatakan bahwa factor pertama timbulnya tasawuf hanyalah Al-Quran dan As-Sunnah, bukan dari luar Islam. [4]

 

  1. A.    UNSUR ARAB.

Mengingat kehadiran Islam bermula dari daratan Arab maka uraian tentang sejarah Tasawuf ini pun bermula dari tanah Arab. Untuk melacak perkembangan tasawuf tidak hanya memperhatikan ketika tasawuf mulai dikaji sebagai ilmu, melainkan sejak zaman Rasulullah SAW. Memang pada masa Rasulullah dan masa sebelum datangnya Islam, istilah “tasawuf” itu belum ada. (Muhammada Yasir Syarf). Istilah sufi itu sendiri baru pertama kali digunakan oleh Abu Hasyim, seorang zahid dari Syiria (w.780 h).
Akan tetapi tidak dapat di sangkal lagi bahwa hidup seperti yang digambarkan dalam kalangan sufi itu sudah ditemukan orang, baik pada diri Nabi Muhammad SAW sendiri maupun pada diri sahabat – sahabatnya. Sikap – sikap Rasulullah SAW dan para sahabat ini kemudian dipraktekkan pula oleh kaum sufi berikutnya. Para tabi’in merupakan perintis dalam usaha sendiri – sendiri untuk mendekatkan diri kepada Allah tanpa melepaskan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai poko syariat Islam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

  1. a.        Kesimpulan

 

Menurut bahasa, istilah tasawuf berasal dari kata shaf, shuf, dan shuffah. Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan – Nya dalam barisan ( shaffan ) yang teratur seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh.”

Bahwa tasawuf terdapat beberapa unsure-unsur diantaranya:

  1. Unsur Persia
  2. Unsur Yunani
  3. Unsur Hindu Budha
  4. Unsur Nasrani ( Kristen)
  5. Unsur Arab

 

  1. b.        Saran

 

Setelah tersusunnya makalah ini saran kami sebagai penyusun makalah ini, setidaknya dari berbagi pihak yang telah membaca makalah ini dapat menambah ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Amin-Amin Yarobal Alamin…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


        [1] http://persatuanislam72.blogspot.com/2010/02/sejarah-perkembangan-tasawuf.html

 

 

         [2] http://persatuanislam72.blogspot.com/2010/02/sejarah-perkembangan-tasawuf.html

 

 

         [3] http://persatuanislam72.blogspot.com/2010/02/sejarah-perkembangan-tasawuf.html

                [4] http://persatuanislam72.blogspot.com/2010/02/sejarah-perkembangan-tasawuf.html

 



{Februari 6, 2012}   Islam Dan Budaya Jambi

KATA PENGANTAR

 

Assalamualikum wr.wb

Pertama-tama, saya mengajak semua untuk senantiasa memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah begitu banyak melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kita semua, sehingga sampai saat ini kita masih dalam perlindungan-Nya.

Pada kesempatan ini, perkenankan saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Aminudin, S.Ag.M.Fil.I  selaku pembimbing  mata kuliah Islam dan Budaya Jambi, serta sahabat/i yang memberikan kritik dan sarannya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.

Saya menyadari makalah ini jauh dari sempurna dan tentu masih banyak kesalahan, kejanggalan dan kehilafan serta kekurangan disana sini. Tapi ini bukan lah halangan untuk memahami mata kuliah kebijakan publik ini, justru ini akan menjadi pendorong semangat dalam mengejar pengetahuan di maksud untuk di kuasai secara utuh.

Akhirnya kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini saya harapkan. Untuk menjadi bahan acuan dalam pembuatan makalah selanjutnya.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

 

Penulis

 

 

 

DAFTAR ISI

 

Kata Pengantar ……………………………………………………………………………………………i

Daftar Isi …………………………………………………………………………………………………..ii

BAB I. PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang ………………………………………..…………………..1
  2. Rumusan Masalah ……………………………………………….………..1
  3. Tujuan …………………………………………………………………….1
  4. Manfaat ……………………………………………………..…………….1

BAB II. PEMBAHASAN

  1. Sistem Mata Pencarian …………………………….……………………..2
  2. Budaya Jambi – Seni Kebudayaan Propinsi Daerah Jambi ……………….3
  3. c.       Jenis Matapencaharian Masyarakat Melayu Jambi ………………..….….6

BAB III. PENUTUP

  1. Kesimpulan ………………………………………………………….…..12
  2. Saran …………………………………………………………………….12

Daftar Pustaka …………………………………………………………………..13

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. a.        Latar Belakang

Latar belakang masalah ini adalah untuk membantu kita untuk mengetahui mata pencarian dan seni yang ada di masyarakat melayu jambi khususnya.

 

  1. b.        Rumusan Masalah
    1. Apa tujuan dan manfaat mata pencarian ?
    2. Apa saja macam-macam mata pencarian masyarakat melayu jambi ?
    3. Apa saja bentuk-bentuk seni yang ada di masyarakat memlayu jambi ?
  2. c.         Tujuan
    1. Agar mengetahui mata pencarian yang ada di masyarakat melayu jambi
    2. Agar mengetahui seni yang terdapat di masyarakat melayu jambi.
    3. Agar mengetahui macam-macam mata pencarian masyarakat melayu jambi
    4. Agar mengetahui istilah-istilah dalam mata pencarian masyarakat melayu jambi
    5. Agar mengetahui system mata pencarian masyarakat melayu jambi
  3. d.        Manfaat

Manfaat makalah ini adalah agar kita lebih mengetahui mata pencarian dan seni masyarakat melayu jambi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

 

PEMBAHASAN

 

  1. A.           Sistem Mata Pencarian

Hubungan manusia dengan lingkungan yang mereka tempati memiliki ikatan yang kuat dan saling mempengaruhi. Demikian juga dengan kondisi alam dan masyarakat yang hidup di Desa Muara Jambi. Wilayah Desa Muara Jambi yang dibelah oleh aliran sungai Batanghari merupakan sumber daya alam yang sangat kuat mempengaruhi kehidupan masyarakat.

Dengan mengunakan peralatan menangkap ikan, seperti : tajur, pancing, jalan dan lukah. Kegiatan menangkap ikan dilakukan masyarakat pada waktu malam hari. Mata pancaharian lainnya yang masih berhubungan dengan mata pencaharian adalah pelayanan jasa transportasi. Sebelum adanya sarana jalan darat daerah ini, satu-satunya sarana transportasi yang biasa diman faatkan untuk bisa mencapai daerah ini adalah dengan mengunakan jasa transportasi sungai.

Sekarang jasa ini digunakan sebagai sarana penyeberangan dan digunakan untuk sarana transportasi wisata air, baik di daerah aliran sungai yang ada di Desa Muara Jambi maupun membawa pengunjung yang ingin menuju Desa Muara Jambi dengan menelusuri sungai Batanghari. Terkait dengan sarana penyeberangan yang ada di Desa Muara Jambi, lokasi daerah penyeberangan ini oleh masyarakat setempet disebut dengan nama pelayangan.

Sebelumnya pada pelaksanaan lelang ini hanya diikuti oleh masyarakat yang memiliki modal/dana. Namun dalam kurun waktu dua tahun terakhir, cara.

Sistem mata pencaharian utama penduduk Desa Muara Jambi yang utama adalah dari kegiatan pertanian, baik berupa padi lading maupun perkebunan seperti : Duren, Duku, Cokelat, Karet, Sawit dll. Pada saat musim behumo , selain menunggui kebun meraka yang sedang berbuah (duren,duku). Biasanya pada saat mereka juga melakukan aktifitas menanam jenis tanaman kultikultura, seperti : tomat, cabe dll.

Selain mendapatkan penghasilan dari hasil penjualan panen buah duren dan duku. Masyarakat juga memilki sumber mata pencaharian tambahan dari pemanfaatan kebun yang ada disekitar perkarangan rumah. Biasanya disekitar perkarangan rumah ini mereka tanami pohon pisang dan tanaman apotik.

  1. Budaya Jambi – Seni Kebudayaan Propinsi Daerah Jambi

Salah satu Propinsi yang ada di Sumatera ini memiliki adat istiadat dari budaya melayu yang cukup dominan. Mari kita kenal kebudayaan Jambi sebagai bagian dari khasanah kebudayaan nasional Indonesia.

Bahasa daerah di Provinsi Jambi, yaitu Bahasa Melayu. tapi terdapat beberapa dialek lokal seperti seperti misalnya Kerinci, Bungo-Tebo, Sarolangun, Bangko, Jambi Seberang, Anak Dalam serta Campuran. Khusus untuk penduduk Kerinci, ada aksara tersendiri yang bagi masyarak setempat dikenal dengan nama Aksara Encong.

Multietnis, itulah gambaran dari suku daerah di Jambi. Tapi sebagian besar suku yang ada di sana adalah suku Melayu Jambi. Lainnya, terdapat berbagai suku dan etnis dari seluruh daerah di Indonesia. Etnis yang paling dominan adalah stnis Minang, etnis Bugis, suku Jawa, Sunda, Batak, Cina, Arab, hingga dari India.

Untuk memperkuat dan memelihara adat istiadat tersebut, berbagai kegiatan kesenian dan sosial budaya kerap di lakukan, antara lain :

 

1. Tari Asik, dilakukan oleh sekelompok orang untuk mengusir bala               penyakit;

2. Tradisi Berdah, dilaksanakan saat terjadi bencana dengan tujuan    menolak bencana;

3. Kenduri Seko, bertujuan untuk membersihkan pusaka dalam bentuk keris,             tombak, Al Kitab dalam bentuk Ranji–ranji Kuno;

4. Mandi Safar, dilaksanakan pada hari Rabu di akhir bulan Safar bertujuan untuk   menolak bala;

5. Mandi Belimau Gedang, dilaksanakan menjelang Ramadhan dengan         tujuan menyucikan dan mengharumkan diri; dan

6. Ziarah Kubur, dilaksanakan menjelang Ramadhan dengan tujuan   mendoakan arwah leluhur.

Provinsi Jambi sangat kaya akan kerajinan daerah, salah satu bentuk kerajinan daerah adalah anyaman yang berkembang dalam bentuk aneka ragam. Kerajinan anyaman di buat dari daun pandan, daun rasau, rumput laut.

Dalam mempertahankan hidupnya mereka memanfaatkan apa yang tersedia di hutan, seperti: meramu, memburu, dan membuka ladang dengan sistem berpindah-pindah.
C.  Jenis-Jenis Matapencaharian Masyarakat Melayu Jambi

  1. a.     Meramu

Meramu adalah mencari dan mengumpulkan hasil hutan, seperti: getah melabui, getah jelutung, getah damar, getah jernang, dan rotan. Mereka menyebut kegiatan ini berkinang atau berimbo. Caranya dengan beranjau, yaitu berjalan-jalan atau melakukan pengembaraan. Menemukan sesuatu yang dicari, apakah itu getah melabui, getah jelutung, dan atau rotan adalah sesuatu yang sangat erat kaitannya dengan tuah (keberuntungan). Hal itu disebabkan banyaknya jenis pohon, sehingga seringkali menutupi pohon yang dicari (tidak terlihat). Relatif sulit dan atau mudahnya menemukannya itulah yang kemudian membuahkan adanya semacam kepercayaan bahwa pohon-pohon tersebut mempunyai kekuatan gaib.

Berkinang atau berimbo biasanya dilakukan secara berkelompok (lebih dari satu orang) dan biasanya dilakukan oleh laki-laki. apabila di dalam hutan ada yang terpisah atau tertinggal, maka orang yang ada di depan akan memberi tanda dengan menancapkan sebatang kayu yang pada bagian atasnya dibelah dan diselipkan ranting. Pangkal ranting diarahkan ke suatu tempat yang akan dituju. Dengan demikian, orang yang ada di belakangnya akan tahu persis kemana harus menyusulnya. Jika ranting itu tidak disisakan daunnya, maka penyelipannya dilakukan agak miring ke atas. Bagian pangkal ranting yang miring ke atas itulah yang memberi petunjuk ke arah mana seseorang harus menyusulnya.

  1. b.    Berburu

Senjata yang mereka gunakan dalam berburu adalah tombak. Ada dua jenis tombak yang mereka miliki. Pertama, tombak yang panjangnya kurang lebih setinggi orang dewasa dan bagian mata tombaknya ber-berangko (diberi sarung). Tombak jenis ini oleh mereka disebut kujur berongsong. Cara menggunakannya adalah dengan memegang bagian tengahnya, kemudian dilemparkan (dengan satu tangan) ke sasaran. Kedua, tombak yang panjangnya hampir mencapai 3 meter. Di ujung tombak ini ada semacam pisau yang runcing yang kedua sisinya tajam (bentuknya lebih lebar dan lebih pendek daripada tombak jenis yang pertama). Cara mempergunakannya adalah tangan kanan memegang pangkalnya, kemudian tangan kiri menopangnya, baru dilemparkan ke arah sasaran (arahnya selalu ke arah kiri).

  1. c.     Menangkap Ikan

Kegitan lainnya yang ada kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan hidup adalah menangkap berbagai jenis ikan, termasuk udang dan ketam di sungai, dengan peralatan: pancing, jala, tombak, perangkap ikan (kubu-kubu), dan pagar-pagar ikan. Terkadang mereka nubo, yaitu menggunakan racun dari akar-akar nubo. Caranya akar-akar tersebut dimasukkan ke sungai, maka ikan akan mabuk dan terapung. Dengan demikian, tinggal mengambil dan memasukkannya ke sebuah wadah yang disebut dukung atau ambung.

  1. d.    Berladang

Sistem perladangan yang diterapkan oleh orang Kubu adalah berpindah-pindah. Ada 3 faktor yang menyebabkan mereka melakukan perpindahan, yaitu: pergantian musim, semakin langkanya binatang buruan dan hasil sumber hutan lainnya, dan semakin tidak suburnya tanah garapan. Selain itu, kematian juga merupakan faktor yang pada gilirannya membuat mereka berpindah tempat. Hal ini yang erat dengan kepercayaan bahwa kematian adalah sesuatu yang dapat menimbulkan kesialan bagi kelompoknya. Untuk menghindari hal itu, maka mereka melakukan perpindahan. Dan, perpindahan yang disebabkan oleh adanya kematian disebut melangun.

Berladang adalah suatu proses. Sebagai suatu proses maka mesti dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan.

  1. a.     Ada empat tahap yang mereka lalui dalam penggarapan sebuah ladang.
    1. Tahap Yang Pertama Adalah Pembukaan Ladang.

Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini meliputi penebasan pepohonan kecil, semak belukar, dan mengumpulkan tebasan ke tengah areal yang akan dijadikan sebagai ladang. Kemudian, membiarkannya selama kurang lebih dua minggu (14 hari) agar tebasan menjadi kering. Oleh karena itu, tahap yang pertama ini sering disebut sebagai menebas.

  1. Tahap Yang Kedua Adalah Penebangan Pepohonan.

Peralatan yang digunakan hanya berupa parang dan beliung. Jika pohon yang akan ditebang relatif besar, maka penebangan dilakukan pada bagian atas pohon dengan yang lingkarannya relatif lebih kecil ketimbang bagian bawah pohon.

Sistem yang digunakan adalah tugal, dengan cara dua atau tiga orang laki-laki memegang sebatang kayu kecil yang kira-kira panjangnya 1,5 meter yang salah satu ujungnya runcing.

  1. Tahap keempat (terakhir) adalah menuai.

Tahap ini dilakukan setelah padi menguning (kurang lebih setelah berumur 5 bulan). Caranya, padi yang telah menguning itu dipotong gagangnya dengan alat yang disebut tuai (ani-ani).

Dukung adalah sejenis bakul atau keranjang yang terbuka, pipih, panjang, segi-empat, dan bertali. Cara membawa atau memepergunakannya diletakkan di punggung (menyerupai ransel)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. a.                  Kesimpulan

 

Sistem mata pencaharian utama penduduk Desa Muara Jambi yang utama adalah dari kegiatan pertanian, baik berupa padi lading maupun perkebunan seperti : Duren, Duku, Cokelat, Karet, Sawit dll.

Bahasa daerah di Provinsi Jambi, yaitu Bahasa Melayu. tapi terdapat beberapa dialek lokal seperti seperti misalnya Kerinci, Bungo-Tebo, Sarolangun, Bangko, Jambi Seberang, Anak Dalam serta Campuran. Khusus untuk penduduk Kerinci, ada aksara tersendiri yang bagi masyarak setempat dikenal dengan nama Aksara Encong.

Adapun sebutan yang gunakan dalam masyarakat SAD ( Suku Anak Dalam) yaitu, Meramu, menangkap ikan, berburu, dan beraladang.

 

Provinsi Jambi sangat kaya akan kerajinan daerah, salah satu bentuk kerajinan daerah adalah anyaman yang berkembang dalam bentuk aneka ragam. Kerajinan anyaman di buat dari daun pandan, daun rasau, rumput laut, batang rumput resam, rotan, daun kelapa, daun nipah, dan daun rumbia. Hasil anyaman ini bermacam–macam pula, mulai dari bakul, sumpit, ambung, katang–katang, tikar, kajang, atap, ketupat, tudung saji, tudung kepala dan alat penangkap ikan yang disebut Sempirai, Pangilo, lukah dan sebagainya. Kerajinan lainnya adalah hasil tenun yang sangat terkenal, yaitu tenunan dan batik motif flora

  1. b.                  Saran

Dari sekian banyak masyarakat melayu jambi pada umumnya merupakan masyarakat petani. Maka mulai dari sini kita harus bisa mengenal istilah-istilah dalam masyarakat melayu jambi, misalnya: kata menuai, meramu, dan masih banyak lagi yang lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 



{Februari 6, 2012}   MAKALAHULUMUL H…

MAKALAH

ULUMUL HADIST

“ILMU AL-JARH WA AL-TA’DIL”

Dosen Pembimbing :

 

 

 

 

 

 

DISUSUN OLEH :

Nama : Arja

NIM   : UR….

 

 

 

JURUSAN PUBLIC RELATION FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA

SAIFUDDIN JAMBI

2011/2012



{Februari 5, 2012}   alex

alex



{Februari 5, 2012}  

Azizyhoree's Blog

Yups, sang legend suzuki  FXR 150 yang ekslusif super langka, montog & fenomenal ini rata2  pemiliknya  membiarkan tampilannya  dalam kondisi  standart…   namun  namanya  selera biker  berbeda beda ,  ada saja  yang tetap menganggap  kurang puas dengan tampilan standart pabrik nya  🙂

monggo ditilik  suzuki FXR milik bro Nanang ini , meski tunggangannya  sudah berumur  ( 2002)  namun tetap fresh berkat beberapa ubahan yang dilakukannya ,  apa aja  sich  yang  membuat nya  tampil  beda? 

Lihat pos aslinya 263 kata lagi



{Februari 1, 2012}   kisah cinta tak dianggap
Arjamudin

Langka Kesuksesan berpondasi penderitaan



{Februari 1, 2012}   Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.


et cetera