arjamudhine











BAB I                         PENGANTAR

ILMU FILSAFAT

 

 

  1. A.    PENGANTAR FILSAFAT
    1. Arti secara Etimologi

Kata philosophia terdiri atas kata phelein yang berarti cinta (love) dan Sophia yang berarti kebijaksanaan (wisdom), sehingga secara etimologi filsafat adalah cinta kebijaksaan (love of  wisdom). Seorang fisuf adalah pecinta atau pencari kebijaksaan.

  1. Arti Termologi
    1. Plato mengatakan filsafat adalah pengetahuan ynag berminat mencapai pengetahuan kebenaran yang asli.
    2. Aristoteles mengatakan filsafat adalah ilmu (pengetahuan) yang meliputi kebenaran.
    3. Rena Descartes mengatakan filsafat adalah kumpulan segala pengetahuan dimana Tuhan, alam, dan manusia menjadi pokok penyelidikan.

 

  1. B.     OBJEK FILSAFAT

Objek filsafat terbagi menjadi dua yaitu sebagai berikut :

  1. Objek material filsafat

Objek material yaitu suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian atau pembentukkan pengetahuan itu.

  1. Ojek formal

Objek formal yaitu sudut pandang yang ditujukan pada bahan dari penelitian atau pembentukan pengetahuan.

 

 

 

 

  1. C.    METODE FILSAFAT

Kata metode berasal dari bahasa Yunani yaitu methodos yang terdiri dari dua kata yaitu : meta (menuju. Mealui, mengikuti, sesudah) dan kata benda hodos (jalan, perjalanan, cara, arah). Jadi metode adalah cara bertindak menurut sisteem aturan tertentu.

Sistem adalah rangkaian proses yang berproses dari suatu bagian kebagian yang lain untuk mencapai satu tujuan.

 

  1. D.    CIRI-CIRI FILSAFAT
    1. Menyeluruh

Artinya, pemikiran ynag luas karena tidak membatasi diri dan bukan hanya ditinjau dari satu sudut pandangan tertentu

  1. Mendasar

Artinya, pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental atau esensial objek yang dipelajarinya, sehingga dapat dijadikan dasar berpijak bagi segenap nilai dan keilmuan.

  1. Spekulatif

Artinya, hasil pemikiran yang didapat dijadikan dasr bagi pemekiran selanjutnya.

 

  1. E.     ASAL DAN PERANAN FILSAFAT
    1. Asal Filsafat
      1. Keheranan
      2. Kesangsian
      3. Kesadaran Akan Keterbatasn
  2. Peranan Filsafat
    1. Pendobrak
    2. Pembebas
    3. Pembimbing

 

 

 

  1. F.     KEGUNAAN FILSAFAT

Pada umumnya filsaft dapt membantu unutk mendalami berbagai pertanyaan asasi manusia tentang makna realitas dan lingkup tanggung jjawabnya. Kemampuan itu dipelajari dari dua jalur yaitu :

  1. Sistematik

Artinya filsafat menawarkan berbagai metode mutakhir untuk menangani masalah-masalah mendalam manusia, tentang hakikat kebenaran dan pengetahuan, baik biasa maupun ilmiah, tentang tanggungjawab dan keadilan dan sebagainya.

  1. Historis

Artinya sejarah filsaf itu sendiri.

 

  1. G.    PEMBAGIAN (CABANG-CABANG) FILSAFAT

Cabang filsafat ada lima yaitu sebagai berikut :

  1. Logika adalah cabang filsafat yang menyelidiki lurus tidaknya pemikiran kita. Lapangan dalam logika adalah asas-asas yang menentukan pemikiran yang lurus, tepat, dan sehat.
  2. Epistemologi adalah bagian filsafat yang membicaran tentang terdinya pengetahuan, sumber pengetahuan, asal mula pengetahuan, batas-batas, sifat, metode dan kesahihan pengetahuan.
  3. Etika adalah cabang filsafat yang membicarakan tingkah laku atau perbuatan manusia dalam hubungannya dengan baik-buruk.
  4. Estetika adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang keindahan.
  5. Metafisika adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang yang ada. Metafisika membicarakan sesuatu disebaliknya yang tampak.

 

 

 

 

 

 

 

BAB II                        FILSAFAT PENGATAHUAN

                                    (EPISTEMOLOGI)

 

 

 

  1. A.    PENGERTIAN EPISTEMOLOGI

      Epistemologi berasal dari kata Yunani yang terdiri dari : episteme biasa diartiakn pengetahuan atau kebenaran, dan logos diartikan pikiran, kata, atau teori. Epistemologi secara etimologi dapat diartikan teori pengatahuan yang benar dan lazimnya hanya disebut teori pengetahuan.

  1. Logika Material

Logika formal bersangkutan dengan masalah kebenaran formal yang acap kali juga dinamakan keeabsahan (jalan) pemikiran.

  1. Kriteriologia

      Adalah ukuran untuk menetapkan benar tidaknya suatu pikiran atau pengetahuan tertentu.

  1. Kritika Pengetahuan

Kritika disini adalah sejenis usaha manusia untuk menetapkan apakah sesuatu pikiran atau pengetahuan manusia itu sudah benar atau tidak benar dengan jalan meninjaunya secara sedalam-dalamnya.

  1. Gnoseologia

     Istilah gnoseologia berasal dari kata gnosis (pengetahuan yang bersifat keahlian) dan         logos (ilmu pengetahuan).

  1. Filsafat Pengetahuan

Secara singkat dapat dikatakan filsafat pengetahuan merupakan salah satu cabang filsafat yang mempersoalkan mengenai masalah hakikat pengetahuan.

 

 

  1. B.     ARTI PENGETAHUAN

Pengetahuan  adalah suatu istilah yang dipergunakan untuk menuturkan apabila seseorang mengenal tentang sesuatu.

 

  1. C.    TERJADINYA PENGETAHUAN
    1. Pengalaman  Indra (Sense Experience)

Pengalaman indra merupakan sumber pengetahuan yang berupa alat-alat untuk menangakap objek dari luar diri manusia melaluai kekuatan indra. Kekhilafan akanterjadi apabila ada ketidak normalan di antara alat-alat itu.

  1. Nalar (Reason)

Nalar adalah suatu corak berpikir dengan menggabungkan dua pemikiran atau lebih dengan maksud untuk mendapat pengetahuan baru.

  1. Otoritas (Authority)

Otoritas adalah kekeuasaan yang sah yang dimiliki oleh seseorang dan diakui ole kelompoknya.

  1. Intuisi (Intuition)

Intuisi adalah kemampuan yang ada pada diri manusia yang berupa proses kejiwaan dengan tanpa suatu rangsangan atau stimulus mampu untuk membuat pernytaan yang berupa pengetahuan.

  1. Wahyu (Revelation)

Wahyu adalah berita yang disampaikan oleh Tuhan kepada Nabi-Nya untuk kepentingan umatnya.

  1. Keyakinan (Faith)

Keyakinan adalah suatu kemampuan yang ada pada diri manusia yang diperoleh melalui kepercayaan.

 

  1. D.    JENIS-JENIS PENGETAHUAN

Pengetahuan menurut Soejono Soemargono (1983) dapat di bagi menjadi dua yaitu :

  1. Pengethuan Nonilmiah

Ialah segenap hasil pemahaman manusia atas mengenai barang sesuatu atau ojek tertentu yang terdapat dalan kehidupan sehari-hari.

  1. Pengetahuan Ilmiah

Ialah pengetahuan yang sudah lebih sempurna karena telah mempunyai dan memenuhi syarat-syarat tertentu dengan cara berpikir yang khas, yaitu motodologi ilmiah.

 

  1. E.     ASAL USUL PENGETAHUAN
    1. Aliran-Aliran dalam Pengetahuan
      1. a.   Rasionalisme
      2. b.   Empirisme
      3. c.    Kritisisme
      4. Positivme

 

  1. Metode Ilmiah
    1. Metode Ilimiah yang Bersifat Umum
      1. Metode analisis
      2. Metode sintesis
      3. Metode deduksi
      4. Metode induksi
      5. Metode Penyelidikan Ilmiah
        1. Metode siklus-empiris
        2. Metode vertical
        3. Sarana Berpikir Ilimah
          1. Bahasa Ilmiah
          2. Logika dan Matematika
          3. Logika dan Statistika

 

 

BAB III                      RUANG LINGKUP

                                    FILSAFAT ILMU

 

 

  1. A.    PENGERTIAN FILSAFAT ILMU

Filsafat ilmu adalah suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan oleh ilmu tertentu, terhadap lambang yang digunakan dan terhadap struktur penelaran tentang system lambang yang digunakan.

 

  1. B.     OBJEK FILSAFAT ILMU
    1. Ojek Material Filsafat Ilmu

Adalah ilmu pengetahuan itu sendiri, yaitu pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dengan metode ilmiah tetentu, sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara umum.

  1. Objek Formal Filsafat Ilmu

Objek formal filsaft ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan, artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian terhadap problem mendasar ilmu pengetahuan.

 

  1. C.    LINGKUPAN FILSAFAT ILMU MENURUT
    1. Perenungan mengenai konsep dasar, struktur formal, dan metodologi ilmu.
    2. Persoalan-persoalan ontology dan epistemology yang khas.

 

  1. D.    PROBLEMA FILSAFT ILMU
    1. Metodologi
    2. Landasan ilmu-ilmu
    3. Ontologi

 

  1. E.     MANFAAT BELAJAR FILSAFAT ILMU
    1. Filsafat ilmu sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah, sehingga orang menjadi kritis terhadap kegiatan imiah.
    2. Filsafat ilmu merupakan usaha merefleksi, menguji, mengkritik asumsi dan metode keilmuan.
    3. Filsafat ilmu memberikan pendasaran logis terhadap metode keilmuan.

 

BAB IV                                 APA ITU

                                               ILMU PENGETAHUAN

 

 

  1. A.    DEFINISI ILMU PENGETAHUAN

Ilmu pengetahuan adalah rangkaian aktivitas penelaahan yang mencari penjelasan suatu metode untuk memperoleh pemahaman secara rasional, empiris mengenai dunia ini dalam berbagai seginya, dan keseluruhan  pengetahuan sistematis yang menjelaskan berbagai gejala yang ingin dimengerti manusia.

 

  1. CIRI-CIRI ILMU PENGETAHUAN
    1. Empiris, pengetahuan diperoleh berdasarkan pengamatan dan percobaan.
    2. Sistematis, berbagai keterangan dan data yang tersusun sebagai kumpulan pengethuan itu mempunyai hubungan ketergantungan dan teratur.
    3. Objektif, ilmu berarti pengetahuan itu bebas dari prasangka perseorangan dan kesukaan pribadi.
    4. Analitis, pengetahuan ilmiah berusaha membeda-bedakan pokok soalnya kedalam bagian yang terperinci untuk memahami berbagai sifat, hubungan, dan peranan dari bagian-bagian itu.
    5. Verifikasi, dapat di periksa kebenarannya oleh siapa pun juga.

 

  1. KERAGAMAN DAN PENGELOMPOKAN ILMU PENGETAHUAN
    1. Deskripsi
    2. Preskripsi
    3. Eksposisi Pola
    4. Rekonstruksi Historis

 

  1. SUSUNAN ILMU PENGATUHAN
    1. Langkah-langkah Dalam Ilmu Pengetahuan
    2. Limas Ilmu
    3. Siklus Empiris
    4. Penjelasan dan Ramalan

 

  1. E.     ILMU DAN TEKNOLOGI

Pada tataran nilai-ideasional, muncul permasalahan yang lebih kompleks berkaitan dengan kedudukan dan peran ilmu dan teknologi dalam perubahan peradaban manusia, yang berkaitan dengan pergeseran nilai maupun yang terkait dengan berbagai dampak ideasional dari perkembangan ilmu dan teknologi terhadap komponen pengetahuan manusia yang lain.

 

  1. F.     WUJUD ILMU

Suatu penjelasan yang sistematis harus dimulai dengan segi pada manusia yang menjadi pelaku dari fenomena yang disebut ilmu.

 

 

BAB V                                  SEJARAH PERKEMBANGAN

                                               ILMU PENGETAHUAN

 

 

  1. A.    PENGANTAR

Perkembangan ilmu pengetahuan seperti sekarang ini tidak berlangsung secara mendadak, melainkan terjadi secara bertahap, evolutif. Karena untuk memahami sejarah perkembangan ilmu mau tidak mau harus melakukan pembagian atau klasifikasi secara periodic, karena setiap periode,  karena setiap periode menampilkan ciri khas tertentu dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

 

  1. ZAMAN PRA YUNANI KUNO

Pada masa ini manusia masih menggunakan batu sebagai peralatan. Karena itu, zaman pra Yunani Kuno disebut juga Zaman Batu yang berkisar antara empat juta tahun sampai 20.000 tahun.

 

 

  1. C.    ZAMAM YUNANI KUNO

1.Zaman Kemasan Filsafat Yunani

  1. Masa Helinistis dan Romawi

 

  1. D.    ZAMAN ABAD PERTENGAHAN

Agama Kristen menjadi problema kefilsafatan karena mengajarkan bahwa wahyu Tuhanlah yang merupakan kebenaran yang sejati. Hal ini berbeda dengan pandangan Yunani Kuno yang mengatakan bahwa kebenaran dapat dicapai oleh kemampuan akal.

 

  1. E.     ZAMAM RENAISSANCE

Renaissance ialah zaman peralihan ketika abad pertengahan mulai berubah menjadi suatu kebudayaan Modren.

 

  1. F.     ZAMAN MODREN

Zaman modern ditandai dengan berbagai penemuan dalam bidang ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman modern sesungguhnya sudah dirintis sejak Zaman Renaissance.

 

 

BAB VI                   PRINSIP-PRINSIP

                                 METODOLOGI

 

 

  1. A.    PENGANTAR

Metodologi merupakan hal yang dikaji perihal urutan langkah-langkah yang ditempuh supaya pengetahuan yang diperoleh memenuhi cirri-ciri ilmiah.

 

  1. B.     PENGERTIAN METODOLODI

Metode penelitian adalah membahas tentang dasar-dasr filsafat ilmu dari metode penelitian, karena metodologi belum memiliki laangkah-langkah praktis.

 

  1. C.    UNSUR-UNSUR METODOLOGI
    1. Interpretasi

Artinya menafsirkan, membuat tafsiran, tetapi yang bersifat subjektif (menurut selara orang yang menafsirkan) melainkan harus bertumpu pada evidensi objektif, untuk mencapai kebenaran yang autentik.

  1. Induksi dan Deduksi

               Siklus ini diberi bentuk tersendiri dalam penelitian filsafa, berhubungan dengan sifat-sifat          objek formal yang istimewa yaitu manisia.

  1. Koherensi Intern

Yaitu usah auntuk memahami secara benar guna memperoleh hakikat dengan menunjukkan semua unsure structural dilihat dalam suatu struktur yang konsisten, sehingga benar-benar merupakan internal relation.

  1. Holistis

Tinjauan secara lebih mendalam untuk mencapai kebenaran secara utuh.

  1. Kesinambungan Historis

Jika ditinjau menurut perkembangannya, manusia itu makhluk historis. Manusia disebut demikian karena ia berkembang dalam pengalaman dan pikiran, bersama dengan lingkungan zamannya.

  1. Idealisasi

Idealisasi merupakan proses untuk membuat ideal, artinya upaya dalam penelitian untuk memperoleh hasil yang ideal atau yang sempurna.

  1. Komparasi

Adalah usaha untuk memperbandingkan sifat hakiki dalam objek penelitian sehingga dapat menjadi lebih jelas dan lebih tajam.

  1. Heuristika

Adalah metode untuk menemukan jalan baru secara ilmiah untuk mememcahkan masalah.

  1. Analogikal

Adalah filsafat meneliti arti, nalai dan maksud yang diekspresikan dalam fakata dan data.

  1. Deskripsi

Seluruh hasil penelitian harus dapat dideskripsikan.

 

  1. PANDANGAN TENTANG PRINSIP METODOLOGI

Menurut Michael Polinyi pengembangan ilmu pengetahuan menutut kehidupan Kreatif masyarakat ilmiah yang pada gilirannya didasarkan pada kepercayaan akan kemungkinan terungkap kebenaran-kebenaran yang hingga kini masih tersembunyi.

 

 

BAB VII                                 PENEMUAN KEBENARAN

 

  1. A.    CARA PENEMUAN KEBENARAN
    1. Penemuan Secara Kebetulan
    2. Penemuan Coba dan Ralat
    3.  Penemuan Melalui Otoritas atau Kewibawaan
    4. Penemuan Secara Spekulatiff
    5. Penemuan Kebenaran dengan Cara Berpikir Kritis dan Rasional
    6. Penemuan Kebenaran Melalui Penelitian Ilmiah

 

  1. B.     DEFINISI KEBENARAN

Kebenaran adalah keadaan (hal dan sebagainya) yang benar (cocok dengan hal atau keadaan yang sesungguhnya).

 

  1. C.    JENIS-JENIS KEBENARAN

Kebenaran terbagi menjadi dua yaitu :

  1. Kebenaran Mutlak

Adalah kebenaran yang datangnya hanya dari semata yang Maha Benar.

  1. Kebenaran Nisbi

Adalah kebenaran yang masih tegantung situasi dan kondisi (datangnya dari manusia).

 

 

  1. D.    SIFAT KEBENARAN

Kebenaran memiliki tiga sifat yaitu sebagai berikut :

  1. Kebenaran berkaitan dengan kualitas pengetahuan.
  2. Kebenaran dikaitkan dengan sifat atau karakteristik dari bagaimana cara atau dengan alat apakah seseorang membangun pengetahuannya.
  3. Kebenaran yang dikaitkan atas ketergantungan terjadinya pengetahuan.

 

  1. E.     TEORI KEBENARAN DAN KEKHILAFAN
    1. Kebenaran
      1. Teori Kebenaran Saling Berhubungan
      2. Teori Kebenaran Saling Berkesesuaian
      3. Terori Kebenaran Inherensi
      4. Teori Kebenaran Berdasarkan Arti
      5. Teori Kebenaran Sintaksis
      6. Teori Kebenaran Nondeskripsi
      7. Teori Kebenaran Logik yang Berlebihan.

 

  1. Kekhilafan

Kekhilafan terjadi karena kesalahan pengambilan kesimpulan yang tidak runtut terhadap pengalaman-pengalaman.

 

 

BAB VIII                              DEFINISI DAN

                                               PENALARAN

 

  1. A.    DEFINISI

Definisi dapat diartikan penjelasan apa yang dimaksudkan dengan sesuatu trem, atau dengan kata lain definisi ialah subuah pernyataan yang memuat penjelasan tentang arti suatu trem.

 

  1. 1.      Macam-Macan Definisi
    1. Defenisi Nominalis

Ialah menjelaskan sebuah kata dengan kata lain yanglebih umumdimengerti.

  1. Definisi Realis

Ialah penjelasan tentang hal yang ditandai oleh suatu trem.

  1. Definisi Praktis

Ialah penjelasan tentang hal sesuatu yang ditinjau dari segi penggunaan dan tujuannya yang sederhana.

 

  1. 2.      Syarat-Syarat Definisi
    1. Sebuah definisi harus menyatakan ciri-ciri yang hakiki dari apa yang didefinisikan.
    2. Sebuah definisi harus merupakan suatu kesetaraan arti dengan yang didefinisikan.
    3. Sebuah definisi harus menghindarikan pernyataan yang memuat trem yang didefinisikan.
    4. Sebuah difinisi sedapat mungkin harus dinyatakan dalam bentuk rumusan yang positif.
    5. Sebuah definisi harus dinyatakan secara singkat dan jelas terlepas dari rumusan yang kabur atau bahasa kiasan.

 

  1. B.     PENALARAN
    1. 1.      Prinsip-Prinsip Penalaran
      1. Prinsip identitas
      2. Prinsip kontradiksi
      3. Prinsip ekslusi tertii
  2. 2.      Penalaran Proposisi Kategoris
    1. a.      Pengertian Proposisi Katagoris

Proposisi kategoris adalah suatu pernyataan yang terdiri atas hubungan dua trem sebagai subjek dan predikat serta dapat dinialai benar atau salah.

  1. b.      Penalaran Proposisi Kategoris

Penalaran dalam logika pada umumnya dibedakan antara penyimpulan langsung dan penyimpulan tidak langsung.

  1. 3.      Pengertian Generalis

Generalis (berlaku umum) adalah penelitian yang dapat dilakukan ditemapt lain nemun masih menghasilkan hasil yang sama.

Syarat-syarat generalis adalah :

  1. Generalisasi harus tidak terbatas secra numerik.
  2. Generalis harus tidak terbatas secara spasio-temporal.
  3. Generalisasi harus dapat dijadikan dasar pengandaian.

 

  1. C.    SILOGISME KATEGORIS

Silogisme adalah proses menggabungkan tiga proposisi, dua menjadi dasr penyimpulan, dan yang satu menjadi kesimpulan. Silogisma kategoris berarti argument yang terdiri dari tiga proposisi yang saling berkaitan.

 

  1. D.    PROPOSISI MAJEMUK

Proposisi majemuk adalah perynataan yang terdiri atas dua bagian yang dapat dinilai benar atau salah.

 

  1. E.     SESAT FIKIR

Sesat piker terjadi karena bentuknya tidak tepat atau tidak sahih. Kesesatan demikian itu dalah kesesatan formal. Kesesatan formal terjadi karena pelanggaran terhadap kaidah-kaidah logika.

 

BAB IX                                 HUBUNGAN DAN PERANAN ILMU PENGETAHUAN

                                               TERHADAP PENGAMBANGAN KEBUDAYAAN

                                               NASIONAL

 

 

  1. A.    ILMU DAN MASYARAKAT

Deawasa ini ilmu menjadi sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, seolah-olah manusia sekarang tidak dapat hidup tanpa ilmu pengetahuan.

 

  1. B.     PENGERTIAN DAN UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN

Kebudayaan dapat diartikan hal-hal yang bersangkutan dengan akal.

Sedangkan unsure kebudayaan berarti bagian suatu kebudayaan yang dapat digunakan sebagai satuan analisis tertentu.

 

  1. C.    PENGARUH TIMBAL BALIK ANTAR ILMU DAN KEBUDAYAAN
    1. Ilmu merupakan sumber nilai yang mendukung pengembangan kebudayaan.
    2. Ilmu merupakan sumber nilai yang mengisi pembentukkan watak bangsa.

 

  1. D.    PERANAN ILMU TERHADAP PENGEMBANGAN KEBUDAYAAN NASIONAL

Pengembangan kebudayaan nasional pada hakikatnya adalah perubahan dari kebudayaan yang sekarang bersifat konvensional kearah situasi kebudayaan yang lebih mencerminkan aspirasi tujuan nasional

 

  1. E.     STRATEGI KEBUDAYAAN

Strategi kebudayaan merupakan upaya bagaiman menangani kebudayaan khususnya di Indonesiayang beragam budaya.

 

 

BAB X                                              ETIKA KEILMUAN

 

 

  1. A.    ANTARA ETIKA, MORAL, NORMA, DAN KESUSILAAN

Etika adalah cabang filsafat yang membicarakan tingkah lakuatau perbuatan manusia dalam hubungannya dengan baik buruk.

Moral adalah ajaran, wejangan, khotbah, peraturan lisan atau tulisan tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar ia menjadi manusia yang baik.

Norma adalah alat tukang kayu atau tukang batu yang berupa segitiga. Kemudian norma berarti sebuah ukuran.

Kesusilaan adalah hasil suatu “menjadi” yang terjadi di dalam jiwa.

 

 

  1. B.     PENDEKATAN ONTOLOGI

Ontologi adalah cabang filsafatyang membicarakan tentang yang ada. Secara ontologism ilmu membatasi lingkup penelaahan keilmuannya hanya pada dearah-daerah yang berada dalam jangkauan pengalaman manusia.

 

C. PENDEKATAN EPITEMOLOGI

Epistemologi adalah cabagng filsafat yang membicarakan tentang asal muasal, sumber, metode, struktur dan vasidalitas atau kebenaran pengetahuan. Landasan epistemology ilmu tercermin secara operasional dalam metode ilmiah.

 

D. PENDEKATAN AKSIOLOGI

Aksiologi adalah cabang filsafat yang tentang nilai secara umum. Untuk kepentingan manusia ilmu pengetahuan ilmiah yang diperoleh dan disusun dupergunakan secara komunal dan universal.

 

  1. E.  SIKAP ILMIAH YANG HARUS DIMILIKI ILMUWAN

Pengetahuan ilmiah adalah pengetahuan yang didalam dirinya memiliki karakteristik kritis, rasional, logis, objektif, dan terbuka. Hal ini merupakan suatu keharusan bagi seorang ilmuwan untuk melakukannya.

 

 

BAB XI                                  STRATEGI PENGEMBANGAN ILMU

                                                DI INDONESIA

 

 

  1. A.    PENGERTIAN PARADIGMA

Paradigma adalah suatu asumsi dasar dan asumsi teoritisyang umum (merupakan suatu sumber ilmiah), sehingga menjadi suatu sumber hokum, metode, serta penerapan dalam ilmu pengetahuan sehingga sangat menentukan sifat, cirri, serta karakter ilmu pengetahuan itu sendiri.

 

  1. B.     LANDASAN ONTOLOGIS, EPISTEMOLOGIS, AKSIOLOGIS, DAN ANTROPOLOGIS PANCASILA

 

  1. 1.      Landasan Ontologi Pancasila

Ontologi merupakan cabang filsafat yang membicarakan tatanan dan struktur kenyataan dalam arti yang luas. Atas dasar pengertian tersebut, pendangan ontology dari pancasila adalah Tuhan, manusia, satu, rakyat, dan adil.

 

  1. Landasan Epistemologis Pancasila

Epistemologi adalah cabang filsafat yang menyelidiki secara kritis hakikat, landasan, batas-batas, dan patoakn kesahihan pengetahuan. Epistemologi pancasila dimaksudkan mencari sumber-sumber pengetahuan dan kebenaran dari pencasila.

 

  1. Lndasan Aksiologis Pancasila

Landasan aksiologi pancasila merujuk pada nilai-nilai dasr yang terdapat di dalam pembukaan UUD 1945.

 

  1. Landasan Antropologis Pancasila

Antropologis pancasila memandang manusia sebagai monopluralis.

 

 

  1. C.    PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PENGEMBANGAN ILMU PENGATAHUAN DAN TEKNOLOGI

Pada hakikatnya pancasila sebagai paradigm pembangunan harus mencerminkan nilai-nilai pancasila. Pancasila telah memberikan dasar nilai-nilai bagi pembangunan iptek demi kesejahteraan hidup manusia.

 

  1. D.    VISI ILMU DI INDONESIA

Visi adalah wawasan ke depan yang ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu. Visi ilmu di Indonesia ada tiga yaitu :

  1. Teologis, dalam arti bahwa ilmu pengetahuan hanya sekedar sarana yang memang hraus kita pergunakan untuk mencapai suatu tujuan.
  2. Etis, dalam arti bahwa ilmu pengetahuan harus kita operasionalisasikan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia.
  3. Intergral atau Intregratif, dalam arti bahwa penerapan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kualitas manusia, sekaligus juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas struktur masyarakatnya.

 

 

 

 

 



et cetera